
SUKABUMI – Sebuah insiden tragis terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, ketika seorang bocah menjadi korban akibat senapan angin milik ayah tirinya yang meletus secara tidak sengaja. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan menimbulkan kepedihan mendalam bagi keluarga korban.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan tetangga dan saksi mata, peristiwa terjadi pada hari Sabtu siang (7/2/2026). Korban, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, sedang berada di rumah bersama ayah tirinya. Saat itu, senapan angin yang biasa digunakan ayah tirinya tiba-tiba meletus secara tidak sengaja dan mengenai kepala korban.
Warga sekitar yang mendengar suara tembakan langsung berlari ke rumah korban. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sudah mendapat penanganan cepat, kondisi korban sempat kritis akibat luka serius di kepala.
Penanganan dan Respon Keluarga
Ayah tiri korban, yang diketahui berusia 35 tahun, langsung menyesali kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa senapan angin tersebut tidak sengaja meletus dan dirinya tidak berniat menyakiti anak.
Keluarga korban kini tengah fokus mendampingi anak di rumah sakit sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatannya. Sementara itu, warga sekitar menyatakan prihatin atas insiden ini dan mengimbau agar semua keluarga lebih berhati-hati dalam menyimpan senjata api maupun senapan angin di rumah, terutama di lingkungan dengan anak-anak.
Tindakan Aparat dan Investigasi
Pihak kepolisian Sukabumi sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Senapan angin yang digunakan ayah tiri korban diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga memeriksa saksi-saksi untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab insiden.
Kepala kepolisian setempat menekankan pentingnya penyimpanan senjata api yang aman agar kejadian serupa tidak terulang. Polisi juga mengingatkan masyarakat bahwa senapan angin termasuk alat yang berpotensi membahayakan jika disalahgunakan atau tidak dijaga dengan baik.
Imbauan Keselamatan Anak
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi orang tua dan wali anak. Senjata api dan senapan angin sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak-anak, disimpan di tempat aman, dan selalu diawasi ketika berada di rumah.
Psikolog anak juga menekankan pentingnya pendidikan keamanan bagi anak-anak, agar mereka memahami bahaya senjata dan tidak memainkannya sendiri.
Kesimpulan
Tragedi yang menimpa bocah di Sukabumi ini mengingatkan masyarakat akan bahaya senapan angin dan perlunya kewaspadaan di rumah, khususnya bila ada anak-anak. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.
Masyarakat diimbau tetap tenang, berhati-hati, dan selalu menjaga keselamatan anak-anak dari risiko yang bisa muncul di lingkungan rumah.