
Aktor dan idol K-Pop asal Korea Selatan, Cha Eun Woo, tengah menjadi sorotan setelah dikabarkan diperiksa terkait kasus penggelapan pajak dengan nilai mencapai sekitar Rp 229 miliar. Kasus ini mencuat saat sang artis sedang menjalani wajib militer, dan memicu respons dari agensi serta publik secara luas.
Kronologi Dugaan Kasus Pajak
Kasus ini bermula dari hasil audit pajak yang dilakukan sebelum Cha Eun Woo berangkat wajib militer pada Juli 2025. Otoritas pajak Korea Selatan — National Tax Service (NTS) — menduga sang aktor belum membayar pajak penghasilan lebih dari 20 miliar won (lebih dari Rp 229 miliar). Dugaan itu berkaitan dengan penggunaan entitas bisnis yang didirikan oleh ibunya, yang dianggap oleh otoritas pajak sebagai perusahaan fiktif.
Otoritas pajak menilai bahwa perusahaan tersebut tidak menjalankan layanan nyata terkait manajemen karier sang artis. Namun, melalui skema kontrak tertentu, pendapatan Eun Woo didistribusikan melalui agensi tersebut untuk mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah — yaitu pajak perusahaan sekitar 20%, dibandingkan tarif pajak penghasilan individu yang bisa mencapai 45%.
Karena dugaan ini, NTS telah mengirimkan pemberitahuan resmi tentang pajak tambahan kepada Cha Eun Woo. Ini termasuk pajak penghasilan dan pajak lainnya yang belum dibayarkan sesuai ketentuan.
Agensi Fantagio Angkat Bicara
Menanggapi kabar ini, agensi Fantagio — tempat Cha Eun Woo bernaung — mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut agensi, inti permasalahan adalah keabsahan dan status perusahaan yang didirikan oleh ibu sang artis sebagai entitas yang harus dikenai pajak.
Dalam pernyataannya, Fantagio menegaskan bahwa belum ada keputusan final atau pemberitahuan resmi yang sah mengenai tuduhan tersebut. Agensi menyatakan akan kooperatif dalam proses hukum dan akan menjelaskan posisi mereka berdasarkan interpretasi hukum yang tepat.
Perwakilan Fantagio juga menyatakan bahwa dia akan terus memenuhi kewajiban pajaknya sebagai warga negara selama proses peninjauan berjalan.
Status Investigasi Saat Ini
Sampai kini, pihak Cha Eun Woo telah mengajukan permohonan peninjauan pra-penilaian pajak kepada NTS. Ini dilakukan karena sang artis dan timnya tidak menyetujui hasil audit awal. Otoritas pajak sendiri menunda pemberitahuan akhir hingga proses wajib militer sang artis selesai.
Karena itu, meskipun tuduhan penggelapan pajak ini telah dipublikasikan secara luas, belum ada keputusan hukum yang menyatakan Cha Eun Woo bersalah atau harus membayar jumlah penuh pajak yang ditagihkan. Semua masih menunggu hasil peninjauan dan proses administratif di kantor pajak Korea Selatan.
Reaksi Publik dan Dampaknya
Kasus ini langsung menarik perhatian publik dan media, terutama karena nilai yang cukup besar dan status Cha Eun Woo sebagai figur terkenal di dunia hiburan. Selain menjadi berita utama media Korea, isu ini juga mengundang diskusi komunitas penggemar dan netizen internasional.
Sejumlah laporan juga menyebut bahwa beberapa brand atau kampanye iklan yang melibatkan Cha Eun Woo sedang meninjau ulang konten promosi mereka, meski belum ada pengumuman resmi dari pihak brand terkait alasan perubahan tersebut.
Penutup
Kasus dugaan penggelapan pajak yang menimpanya masih dalam tahap investigasi dan proses administratif. Meskipun otoritas pajak telah mengirimkan pemberitahuan pajak tambahan, belum ada putusan akhir yang memutuskan sang artis bersalah. Ke depan, proses peninjauan dan kerja sama pihak terkait dengan otoritas pajak akan menjadi kunci dalam menentukan langkah berikutnya.