Memanas! Iran Serang Kantor Netanyahu Pakai Rudal Balistik Kheibar
Tel Aviv, Israel — Ketegangan militer di Timur Tengah kembali meningkat drastis setelah Benjamin Netanyahu dilaporkan menjadi salah satu sasaran dalam gelombang serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran. Menurut klaim militer Iran, kantor Netanyahu menjadi target langsung dari peluncuran rudal balistik Kheibar dalam eskalasi terbaru konflik yang sudah memasuki fase sangat berbahaya.
Klaim itu disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menyatakan operasi itu sebagai “gelombang kesepuluh” serangan militer terhadap Israel. IRGC menyebut peluncuran rudal balistik itu bersifat terarah dan mendadak dan bahkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome Israel sebelum menghantam target yang dimaksud.
Serangan Balasan Iran dan Dampaknya
Serangan balistik Iran ini terjadi sebagai respons terhadap aksi militer sebelumnya yang melibatkan serangan udara oleh koalisi AS–Israel terhadap wilayah Iran. Operasi itu, yang dimulai akhir pekan lalu, menewaskan sejumlah pemimpin tinggi Iran, termasuk Ali Khamenei menurut laporan sumber internasional.
Sebagai imbasnya, Iran melancarkan sejumlah serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel. Serta ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Gelombang serangan terbaru ini menurut IRGC mencakup puluhan target strategis. Termasuk fasilitas militer Israel seperti pangkalan udara dan markas besar angkatan darat.
Dampak di Israel
Laporan dari layanan darurat Israel menunjukkan adanya korban jiwa dan kerusakan akibat serangan balistik, termasuk di wilayah Tel Aviv dan Beit Shemesh. Sedikitnya puluhan warga dilaporkan terluka dalam gelombang serangan balasan Iran. Beberapa bangunan dilaporkan hancur dan sirene peringatan terus berbunyi di beberapa kota besar seiring eskalasi konflik.
Sementara itu, Israel Defense Forces (IDF) bersiap untuk melakukan aksi balasan dan terus meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah negara tersebut. Perdana Menteri Netanyahu menyerukan eskalasi militer lebih lanjut dan menyatakan bahwa. Israel akan memastikan keamanan negaranya di tengah “hari-hari paling berat” sejak konflik meletus.
Risiko Meluasnya Konflik
Para pengamat internasional memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi meluas ke wilayah lain di Timur Tengah, terutama setelah serangan Iran yang juga menyasar infrastruktur dan pangkalan AS. Beberapa negara Teluk telah terdampak gangguan akibat serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh Iran sebagai bentuk tekanan regional.
Situasi perang antara Iran, Israel, dan sekutu-sekutunya kini terus berubah dengan cepat. Sementara dunia internasional menyerukan de-eskalasi dan negosiasi untuk menghindari kerusakan lebih jauh dan korban sipil yang lebih besar.
