
Jakarta – Warga DKI Jakarta diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan setelah Pintu Air Pasar Ikan dilaporkan berada pada status Siaga 1 (Siaga Bahaya) pada hari ini. Kenaikan tinggi muka air tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu serta kiriman air dari daerah sekitar Jakarta.
Berdasarkan data dari petugas pemantau pintu air. Tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan terus mengalami peningkatan sejak dini hari. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir rob serta luapan air di kawasan pesisir Jakarta Utara dan wilayah sekitarnya. Terutama pada permukiman padat penduduk dan kawasan pelabuhan.
Sejumlah wilayah yang berisiko terdampak antara lain Penjaringan, Pluit, Muara Angke, dan sekitarnya. Selain faktor curah hujan, fenomena pasang air laut juga memperparah kondisi, sehingga memperlambat proses surutnya air di saluran dan sungai.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiagakan petugas di lapangan. Pompa air di sejumlah titik rawan banjir dioperasikan secara maksimal untuk mempercepat pengurangan genangan. Warga juga diimbau untuk mengamankan barang-barang berharga dan bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi jika kondisi memburuk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan tidak panik. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi layanan darurat atau petugas setempat,” ujar salah satu petugas BPBD DKI Jakarta.
Selain itu, pengguna jalan diminta berhati-hati karena sejumlah ruas jalan berpotensi tergenang air, yang dapat menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas. Masyarakat juga disarankan untuk memantau perkembangan cuaca dan informasi tinggi muka air secara berkala melalui kanal resmi pemerintah.
Dengan status Siaga 1 di Pintu Air Pasar Ikan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir dan menjaga keselamatan bersama.